Minggu, 30 Desember 2018

5 Cara Hitung Usia Kehamilan yang Mudah dan Akurat



Hitung usia kehamilan

Kehamilan adalah momen yang paling dinanti-nantikan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Hadirnya sang buah hati menambah anggota baru di keluarga kecil yang dibangun. Saat diketahui sudah mengandung, pastikan anda mengetahui usia kehamilannya. Dengan anda mengetahui usia kehamilan, anda bisa lebih siap dalam menyambut lahirnya buah hati. Maka dari itu, pastikan anda mengetahui metode hitung usia kehamilan yang akurat.

Hitung Usia Kehamilan
Pada kesempatan kali ini, kami akan bagikan beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk menghitung usia kehamilan selengkapnya untuk anda.

1. Kalkulator Kehamilan Online
Salah satu cara hitung usia kehamilan ialah menggunakan kalkulator kehamilan online. Untuk melakukannya, anda bisa mulai dengan mengetik kalkulator kehamilan lewat browser. Setelah tautan muncul, anda bisa memasukkan tanggal, bulan, hari pertama haid terakhir (HPHT), dan siklus haid anda. Tautan yang anda pilih akan menghitung dan memberitahukan mengenai usia kehamilan anda.

2. Metode Kalender
Anda juga bisa menghitung usia kehamilan dengan menggunakan metode kalender. Metode yang satu ini memanfaatkan informasi mengenai hari pertama haid terakhir (HPHT). Hal ini dilakukan untuk menentukan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL). HPHT dihitung sebagai hari pertama memasuki usia kehamilan. Dokter memiliki asumsi bahwa pembuahan terjadi di hari ke-14 dari siklus haid. Dengan tahu hari pertama dari HPHT, maka dokter bisa menghitung usia janin.
Hanya saja, tidak semua ibu hamil bisa mengingat jadwal haidnya. Tak hanya itu, waktu ovulasi yang dimiliki setiap perempuan berbeda-beda. Belum lagi, sebagian perempuan mempunyai siklus menstruasi yang tak teratur. Namun, anda tak perlu khawatir. Apabila siklus haid anda selalu teratur, misal per 28 hari, maka anda bisa menghitung HPL dengan menggunakan rumus Neagele. Rumusnya, (tanggal HPHT + 7), (bulan ketika haid terakhir – 3), (tahun ketika haid terakhir + 1).
Contoh, anda terakhir kali menstruasi pada 20 Oktober 2018, maka perhitungannya menjadi (20 + 7), (10 – 3), (2018 + 1) = 27, 7, 2019. Jadi, HPL anda iaalah 27 Juli 2019. Dari HPL ini, anda bisa menghitung usia kehamilan per tanggal 27. Apabila HPHT anda terjadi di bulan yang tak bisa dikurangi 3, misalnya Januari sampai Maret, maka bulan cukup anda tambah 9 dan tahunnya tetap.

3. Sistem Fundus Uteri
Sistem fundus uteri bisa anda gunakan untuk menghitung usia kehamilan. Fundus uteri itu sendiri adalah puncak rahim. Puncak rahim memang akan meninggi seiring tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungan. Untuk menghitung usia kehamilan dengan sistem ini, anda bisa mulai dengan meraba puncak rahim yang terlihat menonjol di bagian perut. Setelah itu, anda hitung jaraknya dari tulang kemaluan sampai puncak rahim. Apabila jaraknya 17 cm, maka usia kehamilan anda sudah menginjak 17 minggu.

4. Pemeriksaan USG
Lakukan juga pemeriksaan menggunakan alat ultrasonografi (USG) untuk mengetahui usia kehamilan. Cara yang satu ini dinilai paling akurat dibandingkan cara yang lainnya. Bahkan tingkat akurasinya bisa mencapai 95%. Dalam melakukan pemeriksaan USG, dokter akan mengukur diameter kantong kehamilan. Pada umumnya, usia kehamilannya sudah menginjak 6-12 minggu. Tak hanya itu, dokter nantinya juga akan mengukur panjang janin dari kepala hingga bokong yang usia kehamilannya 7-14 minggu. Kemudian dokter juga akan mengukur lingkar kepala janin dengan usia kehamilan di atas 12 minggu.

5. Deteksi Gerakan Janin
Cara hitung usia kehamilan lainnya ialah dengan mendeteksi gerakan janin. Caranya, anda rasakan gerakan janin yang ada di dalam kandungan. Apabila anda merasa janin sudah mulai bergerak, maka bisa diperkirakan usia kehamilannya telah menginjak 18-20 minggu. Hal tersebut hanya berlaku untuk anda yang baru pertama kali mengalami masa kehamilan. Sementara bagi anda yang sudah pernah hamil sebelumnya, gerakan janin menandakan usia kehamilan 16-18 minggu.


EmoticonEmoticon