Rabu, 18 Maret 2020

Ingin Untung Besar? Coba Investasi Reksadana Pendapatan Tetap dan Pasar Uang



Investasi Reksadana merupakan salah satu bisnis populer dan kekinian yang patut untuk Anda coba. Terdapat berbagai jenis dalam usaha ini, Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi modal atau keuangan. Di samping itu, bisnis investasi pada saat ini merupakan suatu usaha yang sudah ramai dan banyak dilakukan, tidak hanya bagi mereka yang sudah lanjut usia, melainkan orang-orang muda sekalipun. 

Mereka beranggapan bahwa investasi inilah yang nantinya akan menolong keuangan di masa depan. Bahkan, Anda tidak perlu repot untuk menjalankan usaha ini, karena kini telah banyak dijumpai lembaga investasi reksadana resmi dan telah bekerja sama dengan OJK, sehingga tidak diragukan lagi kepercayaannya. Berikut ialah jenis reksadana yang terdapat di Indonesia.

Pertama, Reksadana Pendapatan Tetap (RTP) yang bertujuan memberikan tingkat keuntungan atau pengembalian dana menarik yang disesuaikan pada tingkat stabilitas modal. Perubahan suku bunga Bank Indonesia menjadi acuan utama dam kinerja reksadana jenis ini. 

Di samping itu, naiknya harga obligasi juga dapat meningkatkan nilai reksadana. Hal ini dikarenakan jenis RTP memiliki basis utama berupa obligasi. Sehingga, penentu utama dalam baik atau buruknya kinerja reksadana pendapatan tetap bergantung pada langkah Bank Indonesia dalam menentukan tingkat suku bunga, jika suku buka stabil maka obligasi juga akan stabil atau tetap. 

Kedua, Reksadana Pasar Uang ialah jenis investasi reksadana yang dinilai paling aman karena memiliki tingkat resiko yang paling rendah. Tujuan dari jenis reksadana ini ialah mampu memberikan tingkat likuiditas yang tinggi sehingga bisa mendapatkan dana tunai dalam kurun waktu singkat. Sistem yang digunakan sepenuhnya bergantung pada pasar uang yang notabene lebih likuid dibandingkan sistem deposito yang harus menunggu waktu jatuh tempo ketika ingin menarik dana. 

Dengan demikian, reksadana pasar uang sangat cocok dilakukan bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek, karena selain minim resiko, dana juga bisa ditarik kapan saja sesuai keinginan investor. Di samping itu, keuntungan lain dari jenis ini juga tidak menerapkan biaya pembelian dan oengembalian kembali. 

Itulah contoh kedua jenis reksadana yang bisa Anda lakukan dalam jangka panjang atau jangka pendek disertai beberapa keuntungan dan kriterianya masing-masing. Bagi pemula, bisa dicoba terlebih dahulu investasi reksadana jangka pendek atau pasar uang yang tidak memiliki banyak resiko. Sedangkan bagi pemilik modal besar bisa menggunakan investasi reksadana pendapatan tetap yang berjangka panjang yang memang diperuntukkan bagi pendapatan atau modal dalam skala besar. 

Meski jenis usaha ini bersifat spekulatif dan tidak bisa ditentukan secara tetap berapa keuntungan reksadana atau pengembalian dana yang akan diperoleh, namun tidak ada salahnya apabila kita mencoba sebagai jaminan atau tabungan keuangan di masa yang akan datang.


EmoticonEmoticon